Penulis : Taufiqurrahman al-Azizy
Penerbit : DIVA Press, 2007
Tebal : 332 hlm
——————————————————————————————————————————————————————————-
“Untuk apa aku hidup?! Apa hanya untuk menjalani kesengsaraan ini? Aku mau bunuh diri saja supaya dapat segera bertemu dengan Tuhan dan melabrak-Nya atas segala ketidakadilan ini…!”
Gugatan geram sahabat karibnya di malam itu benar-benar mengguncang iman Iqbal.
“Tuhan tidak adil…” protesnya.
Iqbal pun beraksi : meninggalkan segala jenis ibadah yang istiqamah diamalkannya selama ini. Mencampakkan iman dan ruhani Islam nya. Rumah ibadah lain pun dikunjunginya. Tetapi semakin berani ia melabrak agamanya, semakin giris jugalah kehampaan jiwa yang menderanya. Hatinya kian gundah hidupnya kian nestapa.
Benarkah Tuhan telah berlaku tidak adil pada hamba-Nya? Berhasilkah Iqbal meraih kembali kesejatian imannya, kedamaian hatinya, melalui pemberontakan iman itu? Bagaimana Tuhan dapat dijumpainya?
Inilah novel spiritual Musafir Cinta yang penuh tenaga, getaran, dan sekaligus gugatan. Menghamparkan pengembaraam spiritual demi pematangan keteguhan iman hakiki.
Bagaimana dengan iman anda?
—————————————————————————(diambil dari novel MUSAFIR Cinta)——————————————————————
Ini adalah novel kedua dari Trilogi “Makrifat Cinta”, setelah sebelumnya Iqbal diceritakan dalam Novel Syahadat Cinta, maka dalam novel Musafir cinta ini nampaknya pembaca diajak untuk lebih dalam lagi memahami pengembaraan Iqbal dalam mencari hakikat islam.
Iqbal yang akhirnya harus pergi lagi dari pesantren untuk mencari ilmu menurut hati nuraninya akhirnya dipertemukan dengan firman, anak pengusaha kaya yang adiknya meninggal karena diperkosa lalu dibunuh. Pada awal perjumpaan, Iqbal mengenal Firman sebagai seorang pemabuk, pecandu narkoba, dan orang yg susah diatur, namun seiring dengan berjalannya waktu, Iqbal semakin mengenal firman dari sisi yang lain.
Tapi justru dari pengenalan akan sisi lain dari firman ini membuat Iqbal goyah dalam keimanan. Iqbal menjadi orang yang tidak istiqomah dan meninggalkan sholat….
nah…apakah Iqbal akan tersadar kembali dan dapat menemukan cinta sejatinya??!!
silakhan saja baca buku-nya ^_^